Bayi

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berikan Nasi atau Bubur bagi Si Kecil?

Si kecil sudah memasuki masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), Bunda? Nasi dan bubur pun menjadi menu makanan yang harus disiapkan. Namun, sebetulnya kapan waktu yang tepat bagi Bunda untuk memberikan nasi atau bubur kepada si kecil? Cek ulasannya berikut ini, yuk!

Tahapan pemberian makanan bagi bayi

Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat memberikan nasi atau bubur bagi si kecil, Bunda perlu memahami tahapan pemberian makanan bagi bayi yang dapat disimak pada tabel di bawah ini:

Usia

Jenis Makanan

0-6 bulan

ASI

6-8 bulan

ASI

Puree buah (alpukat, apel,pear, pisang, pepaya, labu kuning, mangga)

Pure sayur (buncis, polong, kentang manis atau ubi manis, wortel yang telah di kukus, labu siyam)

Puree daging atau bisa dicampur dengan bubur beras dan sayur, (Daging merah, ikan, ayam)

Puree tahu

Puree Kacang-kacangan (edamame, kacang hijau, polong)

Karbohidrat (beras merah atau beras putih)

8-10 bulan

ASI

Porsi kecil produk turunan susu seperti keju dan yogurt tawar

Sayuran tumbuk (sama dengan rentang usia sebelumnya, wortel masak, timun, brokoli, terung, kentang, ubi jalar)

Buah tumbuk (sama dengan rentang usia sebelumnya, melon, kelapa)

Finger food seperti biskuit bayi, pasta, telur orak arik yang dihaluskan,

Protein

Kacang-kacangan

Serealia/padi-padian

10-12 bulan

ASI (lanjutkan sampai usia 24 bulan)

Keju dan yogurt tawar

Buah yang dipotong tipis memanjang

Sayuran yang di masak lunak, dipotong kecil atau sesuai ukuran tangan bayi

Nasi Tim lembek dengan lauk lenkap

Potongan kecil protein

 

Kenali tanda-tandanya

Untuk dapat mengetahui kapan waktu yang tepat memberikan bubur kepada bayi, Bunda juga dapat mengenali tanda-tanda saat si kecil telah siap menerima MPASI. Tanda-tanda bayi siap mendapatkan makanan pendamping ASI adalah saat ia mulai menunjukkan ketertarikan terhadap makanan yang Bunda makan.  

Selain itu, saat bayi siap menerima makanan yang lebih padat daripada ASI, ia akan cenderung mengemut mainan atau jarinya sendiri. Bayi yang dapat duduk sendiri juga dapat menjadi indikasi apakah bayi sudah siap menerima MPASI atau belum. Meski si kecil sudah masuk ke usia yang tepat untuk MPASI namun belum menunjukkan perilaku seperti tersebut, Bunda perlu mengkonsultasikannya pada dokter.

Apa saja yang bisa diberikan?

Selain bubur atau nasi yang dilembutkan, Bunda juga bisa memberikan jenis makanan lain di saat waktunya sudah tepat. Pada saat awal-awal bayi menerima MPASI, Bunda bisa memberikan sayur yang dilembutkan seperti bubur bayam atau buah-buahan yang dilembutkan (bubur pisang atau pepaya).

Hal lain yang perlu diperhatikan

Bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan makanan yang lebih padat daripada ASI. Pada saat waktunya tiba untuk memberikan MPASI, Bunda bisa mengenalkan jenis makanan baru pada bayi secara perlahan. Biarkan ia terbiasa dengan satu jenis makanan selama dua hingga tiga hari.

Selain untuk membiasakan bayi, memberikan jeda antara pengenalan dua jenis makanan yang berbeda juga akan membuat Bunda mengerti jenis makanan mana yang mungkin bisa menyebabkan alergi pada bayi. Sedikit tips, Bunda bisa mencatat makanan apa saja yang diberikan untuk bayi dalam satu hari dan bagaimana reaksi si kecil terhadap makanan tersebut.

Hal lain yang perlu Bunda ketahui adalah saat bayi mulai diberikan MPASI, bayi akan lebih sering buang air besar. Normalnya, bayi akan buang air besar 5-28 kali dalam seminggu. Untuk membuat bayi merasa nyaman setelah buang air besar, Bunda bisa mengoleskan Konicare Minyak Telon dan Konicare Minyak Telon Plus pada perut si kecil agar ia selalu hangat, selain itu harum alami tanpa tambahan parfumnya pasti aman untuk kulit sensitive bayi.

 

Photo Credit: Pixabay

 

 

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved