Bayi

5 Penyebab Ruam Popok Bayi yang Sering Diabaikan

Jika Bunda menjumpai kulit di sekitar paha dan area kelamin Si Kecil berwarna lebih merah daripada area sekitarnya, bisa jadi itu adalah ruam popok. Ruam popok bayi adalah iritasi pada kulit bayi karena penyebab tertentu sehingga kulit Si Kecil mengalami peradangan. Hal ini ditandai dengan warna kulit yang berubah menjadi kemerahan sehingga membuat Si Kecil merasa perih dan gatal. Jadi, jangan heran ketika Si Kecil terus-menerus rewel padahal Bunda sudah memberinya makan, susu, dan mengganti popok yang basah. Bisa jadi ruam popok inilah biangnya.

Nah, penyebab ruam popok bayi ada bermacam-macam, Bun. Berikut lima di antaranya.

 


Kelembapan (http://kbbi.web.id/lembap)

Area sekitar pantat dan paha adalah area yang hampir selalu tertutup. Hal ini membuat kondisi permukaan kulit menjadi lembap sehingga memicu jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Ditambah dengan adanya urine (http://kbbi.web.id/urine) atau kotoran Si Kecil yang tidak segera dibersihkan sehingga menempel di kulit dalam waktu yang lama, bisa menyebabkan iritasi pada kulit di area tersebut. Hal ini akan lebih parah ketika Si Kecil mengalami diare. Untuk menghindari hal ini, saat mengganti popok, angin-anginkan sebentar area pantat bayi agar tidak lembap, baru setelah itu Bunda bisa memasangnya.


Popok Bayi

Ruam popok bayi bisa juga disebabkan karena kulit Si Kecil tidak cocok dengan bahan popok. Permukaan popok yang kasar bisa melukai kulitnya. Ketika ia bertingkah dengan kakinya, gesekan antara permukaan popok dengan kulitnya akan semakin sering terjadi. Akibatnya, kulitnya pun akan menjadi kemerahan dan lecet sehingga sakit ketika tersentuh. Tak hanya ketika disentuh, semakin ia bergerak maka popok tersebut akan semakin memperparah lecet di kulitnya. Inilah penyebab bayi rewel yang sering membuat Bunda bingung memikirkan penyebabnya. Hal ini akan diperparah dengan popok sekali pakai yang memiliki pewangi sintetis tertentu. Pewangi buatan juga bisa memicu iritasi pada kulit bayi jika tidak cocok. Sebaiknya pilih popok kain yang bisa dipakai ulang karena mampu menyerap keringat Si Kecil. Selain itu, popok kain juga bebas pewangi sintetis.


Makanan

Seiring dengan perkembangan Si Kecil, Bunda pun mulai mengenalkannya pada makanan yang lebih padat. Apa yang Si Kecil makan tentunya akan berimbas pada kandungan feses yang dikeluarkannya. Makanan yang mengandung asam tinggi seperti buah-buahan juga bisa memicu terjadinya ruam popok bayi. Jadi, jika selama ini Si Kecil hanya makan ASI dan begitu Bunda mencobakan makanan baru ia mengalami ruam popok, bisa jadi makananlah penyebabnya. Sebaiknya ganti makanan itu dengan alternatif lain yang memiliki kandungan nutrisi sama.


Infeksi Bakteri

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, area pantat dan sekitar kelamin adalah area yang lembab sehingga rentan menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri dan jamur. Jika kondisi lembap ini berlangsung terus-menerus, maka akan semakin banyak jamur dan bakteri yang berkembang. Ditambah dengan gesekan popok yang membuat permukaan kulit bayi teriritasi, aktivitas kuman, jamur, dan bakteri di area tersebut akan menimbulkan infeksi. Infeksi ini biasanya terjadi di area lipatan paha karena area ini yang paling lembap dan hampir tidak terkena udara dari luar. Segera ganti popok Si Kecil saat BAB dan BAK untuk membuat area ini tetap bersih.


Memasang Popok Terlalu Rapat

Mungkin Bunda berpikir bahwa memasang popok dengan rapat dapat menghindarkan kebocoran urine atau feses ketika Si Kecil BAB atau BAK. Padahal, memasang popok terlalu rapat juga bisa menjadi penyebab ruam popok bayi, lho. Selain membuat bayi merasa kurang nyaman, pemasangan popok yang terlalu sesak membuat area pantat dan sekitarnya tidak mendapat ventilasi udara yang cukup. Area yang lembap ditambah dengan gesekan popok akan membuat kulit Si Kecil mengalami peradangan. Oleh sebab itu, sebaiknya Bunda tidak memasang popok Si Kecil terlalu rapat untuk memungkinkan adanya sirkulasi udara di area tersebut.

Ruam popok bayi pada umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Bunda bisa mengoleskan Konicare Baby Diaper Rash Cream untuk memberi pertolongan pertama pada ruam popok. Krim ini mampu memberikan efek dingin pada kulit Si Kecil sehingga ia pun merasa nyaman. Jika ruam popok tak kunjung hilang, lebih baik segera membawa Si Kecil ke dokter untuk memberikan penanganan lebih lanjut.

 

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved