Bayi

5 Cara Tepat Mengatasi Ruam Popok pada Anak

Ada banyak cara mengatasi ruam popok yang bisa Bunda lakukan agar anak tetap nyaman beraktivitas. Terlepas apakah Bunda menggunakan popok sekali pakai ataupun popok yang berbahan kain, ruam akibat popok bisa saja terjadi, terutama jika anak memiliki kulit yang cukup sensitif. Gejala yang sering ditimbulkan akibat ruam popok yaitu gatal-gatal, permukaan kulit menjadi kasar atau bersisik, serta berwarna kemerahan.

Lantas, bagaimana cara mengatasi ruam popok pada anak secara tepat? Simak panduan selengkapnya di sini. Jangan sampai ada yang terlewatkan, ya!

Memilih popok untuk anak dengan tepat

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mencegah ruam popok pada anak yaitu selektif dalam memilih produk popok yang saat ini banyak dijual di pasaran. Popok yang terbaik adalah yang memiliki permukaan halus, tidak terlalu ketat, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Sementara jika Bunda memilih popok berbahan kain, pastikan untuk selalu mencucinya dengan bersih dan mengeringkannya secara sempurna sebelum kembali dipakaikan untuk anak.

Ganti popok anak secara rutin

Cara mengatasi ruam popok yang benar adalah dengan mengganti popok anak secara rutin. Sebaiknya Bunda melakukan penggantian popok setiap 2-3 jam sekali agar anak tidak memakai popok kotor dalam kurun waktu yang terlalu lama. Selain karena penyebaran kuman dan bakteri, kulit yang lembap juga memicu terjadinya iritasi serta ruam di permukaan kulit anak semakin memburuk.

Namun, sebelum mengganti popok, pastikan kedua tangan Bunda sudah bersih. Bunda bisa menggunakan Konicare Gel Pembersih Tangan terlebih dulu untuk memastikan tangan Bunda bersih dari kuman dan bakteri. Selain itu, Konicare Gel Pembersih Tangan juga akan tetap lembut saat bersentuhan dengan kulit si kecil.

Bersihkan secara menyeluruh

Tidak kalah pentingnya dalam mengatasi ruam popok pada anak, Bunda juga harus membersihkan bagian tubuhnya secara menyeluruh. Gunakan kain lembut atau tisu basah, namun hindari untuk menggosok karena kulit di area genital relatif sensitif. Bersihkan dengan air serta sabun yang aman untuk bayi. Keringkan secara sempurna sebelum kembali memasangkan popok untuk anak. Jika sedang berada di rumah, sebaiknya berikan beberapa waktu tertentu untuk anak tidak memakai popok sehingga kulitnya bebas dari gesekan.

Oleskan krim pencegah iritasi kulit

Bunda, untuk memberi perlindungan secara maksimal, sebaiknya oleskan krim pencegah iritasi kulit untuk mengatasi ruam popok pada anak. Pilihlah krim yang dapat memberi sensasi menyejukkan serta dapat meredakan kulit yang kemerahan akibat ruam popok.

Konicare Natural Baby Diaper Rash Cream bisa menjadi produk pilihan terbaik untuk mengatasi ruam popok anak. Dengan kandungan alam ekstrak Aloe Vera, Konicare Natural Baby Diaper Rash Cream akan menjaga kulit anak tetap lembut dan mempertahankan kelembapannya. Tidak mengandung parfum, cream lembut satu ini dapat mengurangi risiko iritasi pada kulit anak.

Pilih pakaian yang menyerap keringat dengan baik

Last but not least, Bunda juga perlu memilih pakaian yang tepat untuk anak sehingga ruam popok bisa dicegah secara maksimal. Sebaiknya pilih pakaian yang dapat menyerap keringat dengan baik, terlebih di Indonesia suhu udara relatif panas dan membuat anak mudah gerah dan berkeringat. Selain mengatasi ruam popok, pakaian berbahan katun yang dapat menyerap keringat ini juga membuat anak merasa lebih nyaman selama beraktivitas.

 

Setelah menerapkan beberapa cara tepat mengatasi ruam popok pada anak, jangan lupa untuk selalu membersihkan tangan terlebih dulu sebelum Bunda mengganti popok anak. Hal ini terlihat sepele, tapi memiliki dampak yang sangat besar. Terlebih kuman atau bakteri yang bersarang di tangan dapat berpindah tempat ke permukaan kulit anak, sehingga memicu terjadinya iritasi maupun ruam popok yang membuatnya menjadi tidak nyaman.

Namun, apabila ruam popok pada anak semakin memburuk, ada baiknya jika Bunda segera memeriksakan kondisinya kepada dokter ahli untuk mendapat perawatan yang tepat. Tanda-tanda ruam popok yang semakin parah biasanya memicu demam serta bengkak di sekitar perut bagian bawah.

 

Photo Credit: Pixabay

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved