Anak

Tahap - Tahap Masa Perkembangan Anak Yang Harus Bunda Ketahui

Mengamati pertumbuhan dan perkembangan anak dari hari merupakan kebahagiaan tersendiri. Sejak didalam kandungan hingga lahir dan tumbuh besar bahkan hingga anak dewasa, tumbuh  kembang anak menjadi  momen yang pasti tidak ingin dilewatkan oleh kedua orang tuanya. Ketika lahir hanya bisa memberikan respon dengan menangis kemudian fisik mulai berkembang dan mampu bertanggungjawab atas apa yan dilakukannya. Berikut hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan anak.

 


1. Perkembangan fisik

Perkembangan fisik sudah dapat terlihat beberapa bulan sejak bayi dilahirkan hingga kelak tumbuh dewasa. Tumbuh kembang fisik anak dapat diamati dan diukur, dengan bertambah atau berkurangnya berat badan dan tinggi badan serta koordinasi mata, syaraf dan juga otot. Perkembangan fisik anak akan sejalan dengan usianya dan juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.


2. Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif merupakan suatu proses pemahaman dan pengolahan informasi yang berhubungan dengan pola pikir yakni kecerdasan dan kemampuan untuk mempertimbangkan sesuatu serta keyakinan untuk dapat memecahkan masalah. Periode utama dalam perkembangan kognitif terdiri dari sensorimotor berupa refleks bawaan, praoperasional berupa pengembangan keterampilan bahasa, operasional berupa kemampuan untuk mengklarifikasi dan operasioanal formal yaitu kemampuan untuk berfikir abstrak. Yang merupakan bagian dari perkembangan kognitif antara lain adalah kemampuan berbahasa, mengingat, berfikir logis dan berkata-kata.


3. Perkembangan motorik

Segala sesuatu yang berhubungan dengan gerak, seiring dengan pertumbuhan fisik dan kognitifnya dapat disebut perkembangan motorik. Anak memiliki kemampuan bergerak seperti melompat, berlari, menggenggam, dan lain sebagainya yang semakin hari semakin beragam seiring juga dengan kematangan syaraf dan ototnya.


4. Perkembangan moral

Perkembangan moral anak berhubungan dengan aturan yang harus dilakukannya dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar, misalnya ketika melanggar suatu aturan yang seharusnya tidak diperbolehkan, anak sudah paham akan kompensasi atau hukuman yang akan diterimanya.

 

Artikel Lainnya

Komentar Bunda

ifadatun

bermanfaat sekali.. nuhun

mama3d8

Terima kasih artikelnya inspiratif sekali.

ani

Terima kasih artikelnya

Lihat Komentar Lainnya

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved