Nature & Health

Mitos atau Fakta Bermain Bersama Hewan Menyebabkan Tokso

Memelihara hewan dapat menjadi aktivitas menyenangkan bagi anak-anak. Hewan peliharaan bisa dijadikan teman untuk bermain dan melakukan hal seru lainnya. Namun, masih ada sebagian besar orang tua merasa ragu memelihara hewan untuk anak-anak karena khawatir menyebabkan tokso. Apakah ini mitos atau fakta dan bagaimana mencegahnya? Simak ulasannya berikut.

Manfaat Memelihara Hewan bagi Anak-anak

Pada dasarnya, memelihara hewan memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, Bunda. Salah satu manfaat yang paling utama adalah melatih tanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama makhluk Tuhan. Dengan memiliki hewan peliharaan, anak-anak akan belajar bagaimana memberi makanan hewan, memandikannya, membersihkan kandang, serta merawat sebaik mungkin secara teratur.

Selain itu, memelihara hewan juga mengajarkan empati kepada anak-anak sejak dini. Hewan akan tergantung pada manusia untuk makan, minum, dan membersihkan kandang. Karena itulah anak akan merasakan dan melihat bagaimana kondisi jika hewan tersebut lapar, kandang tidak nyaman, dan sebagainya. Menurut studi dari Universitas Kansas State pada anak-anak usia prasekolah, anak yang memelihara kucing atau anjing menunjukkan rasa empati tinggi daripada yang tidak memelihara.

Manfaat berikutnya dari memelihara hewan bagi anak adalah mereka akan semakin aktif. Mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan hewan peliharaan, mengajaknya bermain, atau berolahraga di akhir pekan. Lantas, apakah benar bahwa memilihara hewan bisa menyebabkan penyakit tokso? Simak ulasannya di poin berikutnya.

Menyebabkan Penyakit Tokso?

Bunda mungkin pernah mendengar adanya anggapan kalau bermain bersama hewan dapat menyebabkan penyakit tokso. Hal ini ternyata bukanlah mitos belaka, Bunda. Namun, dengan catatan bahwa penyakit tokso disebabkan oleh infeksi toxoplasma gondii yang termasuk parasit coccidian.

Apabila penderita memiliki daya tahan tubuh kurang atau menurun, bisa jadi penyakit ini akan membuatnya lebih parah. Beda halnya dengan anak-anak berdaya tahan tubuh tinggi dan kebal, penyakit ini bisa dibilang ringan. Meski begitu, Bunda tetap harus mewaspadai dan mengawasi anak-anak saat bermain. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anak-anak terserang penyakit ini, di antaranya menyentuh atau kontak melalui kotoran hewan peliharaan yang terinfeksi seperti kucing dan anjing. Untuk kucing, infeksi bisa disebabkan karena memakan tikus, burung, atau hewan lainnya yang merupakan daging mentah.

Bisa jadi buah dan sayuran di rumah terkontaminasi virus ini. Buah dan sayuran tersebut sebelumnya bersentuhan langsung dengan hewan peliharaan yang terinfeksi. Selain itu, kebersihan rumah ataupun kandang hewan peliharaan juga penting untuk diperhatikan. Bila kandang tersebut kotor, bukan tidak mungkin menjadi sarang bagi virus tokso.

 

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Hewan peliharaan, terutama kucing ,memang berpotensi menularkan virus tokso kepada anak-anak. Namun, Bunda tidak perlu terlalu khawatir karena semua bisa dicegah dengan perawatan yang baik dan benar. Untuk itu, Bunda perlu melakukan perawatan dan menjaga kucing peliharaan dengan cara berikut:

  • Hindari kontak langsung dengan kucing yang menderita tokso atau kotoran hewan secara langsung. Bila ingin melakukannya, lebih baik gunakan sarung tangan, setelah itu cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun. Kandang kucing juga sebaiknya dibersihkan 1-2 kali sehari dengan menutup kotorannya menggunakan pasir.
  • Untuk makanan, berilah makanan kering dan hindari memberi makanan daging mentah.
  • Menjaga kebersihan bisa dengan memandikan hewan peliharaan menggunakan sampo khusus agar selalu bersih.
  • Penting pula untuk Bunda memberikan vaksin kepada kucing dan segera periksakan ke dokter hewan bila menunjukkan gejala virus ini.

 

Photo Credit: Pxhere

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved