Nature & Health

Manfaat Ekstrak Daun Serai Dapur yang Belum Banyak Diketahui

Serai dapur (lemongrass) memiliki nama latin Cymbopogon citratus, spesies lain yang mirip adalah Cymbopogon flexuosus. Tanaman ini umumnya ditemukan di kawasan tropis di Asia, biasa digunakan sebagai salah satu bumbu atau penyedap masakan. Daun serai dapur berbentuk pipih dengan panjang hingga 60 cm. Warnanya hijau dengan batang yang berwarna keputih-putihan. Aroma daun serai sangat segar, mengingatkan Bunda dengan aroma lemon.

Tidak heran kalau daun dari serai dapur ini sering dipakai untuk memberikan aroma yang sedap pada olahan makanan. Namun selain dapat menyedapkan sebuah masakan, daun serai yang sudah diekstraksi juga dapat membuat kulit Bunda lebih halus dan lembap. Selain manfaat untuk kulit, masih banyak lagi Bunda manfaat daun serai yang harus Bunda ketahui.

Kandungan antimikroba

Ekstrak daun serai, baik yang berbentuk minyak atsiri murni atau teh serai, memiliki kandungan antimikroba yang dapat Bunda manfaatkan untuk mengatasi infeksi mulut dan masalah gigi berlubang. Organisasi National Institutes for Health Amerika Serikat menyatakan bahwa antimikroba pada daun serai ini efektif untuk mengatasi bakteri penyebab infeksi mulut dan gigi berlubang, yakni bakteri Streptococcus mutans.

Minyak atsiri daun serai juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan luka. Kandungan antimikroba pada ekstrak daun serai juga dipercaya dapat membunuh bakteri dan membuat luka lebih cepat kering.

Mencegah peradangan

Selain memiliki kandungan antimikroba, daun serai juga bermanfaat untuk mencegah peradangan karena bersifat anti-inflamasi. Daun serai mengandung citral (berupa neral dan geranial) yang bertanggung-jawab dalam mencegah peradangan. Dua kandungan pada daun serai juga membuat tubuh dapat mencegah penyakit seperti flu, sakit pada tenggorokan, bahkan masalah pencernaan yang berujung pada peradangan di area sistem pencernaan. Pencegahan ini bisa Bunda lakukan dengan meminum teh ekstrak daun serai.

Mengatasi perut sakit dan rasa mual

Daun serai yang sudah diolah menjadi minyak atsiri dapat Bunda andalkan untuk melindungi lapisan perut dari kerusakan akibat sering mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Obat pereda rasa sakit seperti aspirin sudah lama jadi penyebab seseorang menderita penyakit tukak lambung.

Selain melindungi lapisan perut, daun serai dalam bentuk olahan teh juga bisa mengatasi keluhan sakit atau kram perut, serta masalah pencernaan yang lain, termasuk rasa mual dan meredakan pusing karena masalah pencernaan ini.

Mengurangi kolesterol

Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research pernah menerbitkan penelitian terkait manfaat daun serai. Di dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa daun serai memiliki manfaat untuk mengurangi tingkat kolesterol yang tinggi pada subjek tikus lab. Itu berarti, daun serai juga berpotensi dapat menekan risiko serangan jantung serta stroke yang disebabkan oleh level kolesterol yang tinggi.

Dalam penelitian tersebut, penggunaan minyak ekstrak daun serai dalam dosis kurang dari 100 mg sehari sudah cukup efektif mengurangi kolesterol pada tikus. Sebuah temuan yang menarik dan menjadi bukti sains bahwa daun serai dalam sejumlah dosis berpotensi mampu mengurangi kolesterol dalam tubuh manusia.

Detoksifikasi tubuh

Manfaat daun serai yang juga tidak kalah penting adalah untuk melakukan detoksifikasi pada tubuh. Detoksifikasi adalah proses mengurangi dan mengeluarkan kadar zat-zat beracun di dalam tubuh. Manfaat inilah yang akhirnya membuat daun serai dikenal sebagai tanaman dengan sifat diuretik atau dapat memperlancar buang air kecil (bersifat diuretik).

Lebih sering buang air kecil adalah metode detoksifikasi dari daun serai untuk mengeluarkan zat-zat beracun dari tubuh. Proses ini akan membantu tubuh membersihkan ginjal dan mengoptimalkan fungsinya. Tidak hanya ginjal, darah juga jadi lebih bersih karena proses detoksifikasi ini. Bunda bisa melakukan detoksifikasi dengan mengonsumsi teh dari ekstrak daun serai.

Artikel Lainnya

Komentar Bunda

wahyu85

ok

jesicasinambela

thanks

umma_Yahya

terimakasih

Lihat Komentar Lainnya

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved