Kehamilan

Tips Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil Besar

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran janin juga akan semakin membesar. Hal ini membuat Bunda lebih susah untuk bergerak leluasa. Beban yang semakin berat di perut selain membatasi ruang gerak kita, juga mengharuskan kita untuk berhati-hati ketika berjalan. Misalnya ketika naik turun tangga. Aktivitas ini mungkin terdengar biasa, tapi bagi bunda yang sedang hamil, naik turun tangga yang tidak dilakukan secara hati-hati bisa berbahaya, baik untuk Bunda sendiri maupun Si Kecil. Berikut tips aman untuk Bunda agar tetap aman dan nyaman saat naik turun tangga.

Berpegangan pada Handrail

Karena ukuran perut yang besar, tidak menutup kemungkinan Bunda juga lebih sulit menjaga keseimbangan. Ketika naik turun tangga, menjaga keseimbangan ini penting. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu berpegangan pada pegangan yang ada di samping tangga. Jadi, ketika semisal tiba-tiba Bunda kehilangan keseimbangan dan akan jatuh, Bunda bisa berpegangan pada handrail untuk memperoleh keseimbangan itu. Berpegangan dapat menghindarkan Bunda dari terpeleset saat naik turun tangga.

Lihat Dulu Pijakan Anak Tangga untuk Memperkirakan Jarak Langkah Kaki

Lebar anak tangga tidaklah sama, ada yang lebar dan ada yang sempit. Anak tangga yang sempit cenderung lebih berbahaya bagi ibu hamil. Sebelum menginjakkan kaki, lihat dulu pijakan anak tangga untuk memperkirakan langkah kaki agar tidak terpeleset. Selain memperkirakan jarak kaki, kondisi tangga juga perlu diperhatikan. Pastikan anak tangga tidak rapuh dan licin. Jika tangga mempunyai permukaan yang licin, sebaiknya Bunda melapisinya dengan alas agar lebih aman.

Gunakan Alas Kaki Berpermukaan Kasar

Selain permukaan anak tangga, alas kaki yang Bunda pakai juga perlu diperhatikan. Pilih alas kaki yang ringan, memiliki permukaan kasar, serta flat. Alas kaki yang memiliki heels di bagian bawahnya berisiko tersangkut saat naik tangga dan hal ini tentu bisa membuat Bunda jatuh.  Selain itu, jika permukaannya terlalu licin hal ini juga akan membuat Bunda mudah tergelincir.

Perhatikan Juga Posisi Badan

Karena kondisi perut yang besar, maka selain mengandalkan pegangan tangga, Bunda juga perlu memperhatikan keseimbangan dengan cara mengatur posisi badan. Saat naik tangga, usahakan posisi tubuh lurus sehingga otot kaki bisa bekerja secara maksimal menopang berat badan. Sebaliknya, saat turun tangga cara ini mungkin akan sulit dilakukan. Kondisi perut yang besar akan menyulitkan Bunda untuk melangkah secara lurus turun ke depan. Sebaiknya Bunda sedikit memutar badan untuk bisa menempatkan kaki pada pijakan anak tangga secara tepat dan melihat ke bawah.

Jangan tergesa-gesa ketika naik turun tangga ya, Bunda. Ingat kata pepatah, biar lambat asal selamat. Untuk langkah pencegahan, ada baiknya kalau semua keperluan diletakkan di lantai bawah. Begitu juga dengan kamar Bunda sehingga aktivitas naik turun tangga bisa diminimalisir.

 

Photo credit: StockSnap (pixabay.com)

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved