Bayi

Bunda, Kenali Masalah Umum yang Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Sebagai orang tua, Bunda pasti merasa cemas saat si kecil yang baru lahir sering rewel sampai tidak berhenti menangis. Wajar apabila Bunda merasa cemas, karena bayi yang rewel bisa menjadi tanda atau gejala adanya masalah tertentu yang membuat bayi tidak nyaman. Seperti diketahui, sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih belum terbentuk sempurna, sehingga mereka lebih sensitif dan rentan sakit.

 

Ada beberapa masalah yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Poin-poin terkait ini dijelaskan oleh dr. Elizabeth Margaretha P, CIMI selaku dokter laktasi atau konselor menyusui di Instagram Live Bersama Konicare pada 11 Oktober 2022 lalu.

 

Lingkungan baru bisa memicu masalah baru

Tahukah Bunda, perubahan lingkungan dari yang sebelumnya berada di dalam perut sampai akhirnya lahir di dunia bisa membuat bayi yang baru lahir merasa tidak nyaman? Di dalam perut, bayi terbiasa mendengar suara-suara dari tubuh ibu, seperti suara dari usus atau detak jantung. Sementara kondisi di luar yang dibuat setenang mungkin oleh Bunda membuat mereka tidak nyaman dan merasa kesepian. Mereka cenderung akan jauh lebih tenang saat Bunda menggendongnya atau meletakkannya di posisi dekat dada, karena di situ lah ia bisa mengingat lagi suara seperti yang sebelumnya sering didengar.

 

Bayi sulit tidur di malam hari

Bayi cenderung tidur lama di siang hari dan akan terjaga di tengah malam. Hal ini wajar karena di dalam rahim, bayi tidak bisa membedakan antara siang dan malam. Untuk mengubah pola tidur bayi, dibutuhkan peran Bunda yang besar untuk bersikap tegas, yaitu dengan membiasakan mereka bangun di siang hari selama kurang lebih dua minggu. Bunda bisa membangunkan si kecil setiap dua jam sekali dengan membuka bedong atau melepas popoknya untuk memberinya ASI.

 

Masalah-masalah kesehatan yang kerap terjadi

Beberapa masalah yang rentan dialami bayi baru lahir adalah kolik atau masalah pencernaan, hidung tersumbat, demam, hingga iritasi.

Kolik umum terjadi pada bayi baru lahir sampai usianya 4 bulan. Hal ini karena sistem pencernaan bayi yang belum sempurna sementara mereka harus beradaptasi dengan lingkungan dan makanan baru seperti ASI atau susu formula. Jika bayi diberi susu formula dan mengalami kolik, bisa jadi ada kandungan pada susu tersebut yang tidak cocok pada tubuhnya. Selain itu, makanan atau minuman yang dikonsumsi Bunda juga sedikitnya berpengaruh karena akan diolah menjadi ASI. Sehingga, Bunda perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman beberapa bulan setelah bayi lahir.

 

Tidak hanya itu, bayi baru lahir juga rentan mengalami hidung tersumbat. Namun, hal ini normal bagi bayi baru lahir dan bukan berarti ia terserang pilek. Bunda bisa mengatasinya dengan mengusap bagian hidung dengan pelan terutama setelah mandi untuk mengeluarkan lendir di dalamnya. Bunda juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar, seperti menjaga kebersihan gorden, selimut, karpet, atau boneka untuk mencegah terjadinya alergi yang bisa membuat hidung tersumbat karena debu yang menempel.

 

Beberapa bayi juga mengalami demam dan inilah yang juga perlu Bunda perhatikan dengan serius. Demam yang terjadi pada bayi bisa menjadi tanda atau gejala adanya masalah tertentu, seperti dehidrasi, infeksi seperti infeksi pernafasan maupun infeksi saluran kemih karena popok yang jarang diganti. Suhu tubuh normal pada bayi baru lahir adalah 36-37 derajat Celcius. Jika sudah lebih dari suhu normal, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

 

Bayi baru lahir juga sering mengalami iritasi, beruntusan, atau muncul bintik di kulit. Untuk mengatasinya, Bunda bisa memberinya krim khusus ruam popok, tapi jangan terlalu berlebihan untuk mencegah iritasi semakin parah. Selain itu, iritasi juga bisa terjadi karena alergi pada produk perawatan yang digunakan seperti sabun, bahan baju yang digunakan, atau makanan.

 

Bayi sering cegukan apakah normal?

Cegukan terjadi karena adanya diafragma otot. Ini normal terjadi di 3 bulan pertama yang biasanya terjadi karena bayi tersedak saat minum ASI. Bunda bisa menenangkannya dengan memeluk atau mengusap punggung agar aliran susunya kembali normal.

 

Bunda, masalah-masalah di atas umum terjadi pada bayi. Tidak perlu panik berlebihan, karena umumnya masalah tersebut terjadi karena bayi masih beradaptasi dengan lingkungannya. Namun, jika penanganan yang sudah Bunda lakukan sendiri belum bisa menenangkan mereka, segera hubungi tenaga medis atau fasilitas kesehatan terdekat.

Agar bayi selalu merasa nyaman dalam menjalani proses adaptasi dengan lingkungan barunya, Bunda juga perlu memberikan perlindungan ekstra dengan Konicare Minyak Telon Plus yang terbuat dari bahan alami, aman digunakan sejak bayi baru lahir. Konicare Minyak Telon Plus menjaga tubuhnya agar tetap hangat, mencegah perut kembung dan terlindungi dari nyamuk dan serangga selama 8 jam.Wanginya alami tanpa tambahan parfum, sehingga lebih aman untuk kulit bayi yang masih sensitif.

 

Masalah apa yang sering si kecil alami, Bun?

 

Copyright 2009 - 2022 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2022 Konimex.
All right reserved