Balita

Bagaimana Peran Orang Tua Membagi Kasih Sayang Antara Adik dan Kakak

Ketika Bunda mendidik kakak, mungkin Bunda merasa bahwa anak tersebut harus menjadi yang terbaik. Sedangkan ketika mendidik adik, bisa jadi Bunda merasa bahwa anak tersebut bisa lebih santai karena kakaknya sudah hebat. Namun hal tersebut justru bisa menjadi bumerang, karena sang kakak bisa merasa cemburu dan sang adik bisa menjadi terlalu santai di kemudian hari. Lalu sebaiknya, bagaimana membagi kasih sayang untuk keduanya?

Tidak Membandingkan - Bandingkan

Kakak dan adik umumnya dibandingkan oleh kedua orang tua. Entah itu dari segi pertumbuhan, kecepatan belajar, nilai akademik atau hal lainnya. Namun hal ini tak sebaiknya Bunda lakukan terlalu sering. Sesekali memang hal ini bisa menjadi motivasi bagi satu sama lain, tetapi bila sering apalagi setiap hari, hal tersebut justru membuat mereka merasa Bunda lebih sayang pada kakak atau adik.

Sehingga, hal ini bisa menjadi bibit kecemburuan yang bisa berujung pertengkaran pada keduanya nanti. Bertengkar memang biasa, bila bisa berbaikan nantinya. Bagaimana kalau suatu saat mereka berhenti berbaikan hanya karena perbandingan ini?

Berlaku Adil

Ketika Bunda menerapkan sistem belajar yang sangat ketat pada kakak tetapi tidak pada adik, hal ini tetap tergolong tidak adil, lho. Pasalnya, meski kakak umumnya diharapkan untuk menjadi yang terbaik dalam berbagai hal karena ia kakak, hal tersebut bisa menjadi beban untuknya. Apalagi ketika ia masih belum terlalu paham apa itu arti tanggung jawab sebagai kakak.

Sang adik pun bisa mendapatkan efek yang kurang baik, entah itu ia malah jadi terlalu santai dan menggampangkan segalanya karena Bunda tak pernah menasehatinya ketika nilai ulangannya tak baik. Atau, ia juga bisa merasa bahwa Bunda tak sayang padanya karena tak memberikan tanggung jawab yang sesuai seperti kakaknya. Bila yang satu diberi A, maka satunya pun harus diberi A. Kecuali memang hal tersebut tak bisa dicegah seperti ketika membelikan sepatu atau baju karena ukuran mereka jelas berbeda.

Berikan Hadiah Secukupnya

Memang beberapa orang tua memiliki prinsip bahwa ketika seorang anak menyelesaikan sesuatu, ia harus diberikan hadiah agar terus terpacu. Tetapi biasanya hal ini hanya terjadi pada adik dan bukan kakak. Kakak dianggap “wajar” bisa menyelesaikan hal-hal hebat, sedangkan adik dianggap hebat ketika menyelesaikan hal-hal tersebut.

Hasilnya, hanya sang adiklah yang diberi hadiah, sang kakak tidak. Hal ini bisa berakibat kecemburuan dan bahkan sang kakak bisa jadi kurang respek pada Bunda, ayah dan adik. Karena itu, tak sebaiknya Bunda memberi hadiah berlebih pada adik padahal kakak tidak dapat apa-apa, ya!

Ada banyak hal-hal kecil yang bisa Bunda ubah untuk membuat kakak dan adik merasa bahwa kasih sayang yang Bunda berikan setara. Seperti hal-hal di atas. Namun yang penting, Bunda sendiri juga tak merasa terbebani hingga stres ketika melihat mereka tumbuh menjadi seseorang yang baru. Selama mereka tidak bertindak kriminal, Bunda tak perlu bingung.

Setiap orang itu spesial dan anak bukanlah boneka Bunda dan ayah. Biarkan mereka berkembang dengan cara mereka sendiri dan bantu mereka dengan cara mengarahkan pada hal-hal yang baik. Hal ini dapat membuat mereka lebih mandiri dan siap dengan dunia yang harus mereka hadapi pada saat dewasa nanti.

 

Photo credit: Pixabay.com

Artikel Lainnya

Komentar Bunda

geby_ariesa

artikelnya menarik

sitinafilah

terima kasih infonya

utep_iskandar

sangat bagus artikelnya

Lihat Komentar Lainnya

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved