Anak

6 Cara Mengatasi Anak Pemalu agar Mau Bersosialisasi

Hasil riset yang dilakukan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menunjukkan bahwa setidaknya ada 20 – 48% orang Indonesia memiliki kepribadian pemalu, tidak terkecuali anak-anak. Umumnya, cara mengatasi anak pemalu ini cukup tricky sebab sebagai orang tua Bunda harus betul-betul memahami karakter Si Kecil. Nah, apabila Bunda cukup kesulitan mengatasi Si Kecil yang pemalu, 6 cara mengatasi anak pemalu berikut ini layak untuk dicoba. Apa saja?

Melatih kepercayaan diri Si Kecil

Bunda, disadari atau tidak sifat pemalu dapat menyebabkan rasa percaya diri Si Kecil menurun dan membuatnya merasa berbeda dengan teman-teman lainnya. Untuk mencegah Si Kecil menjadi lebih pemalu, cobalah untuk melatih rasa percaya diri pada Si Kecil. Biarkan ia banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya di sekolah. Jangan ragu memberikan kepercayaan pada Si Kecil agar ia lebih percaya diri dalam segala situasi.

Bantu Si Kecil berkomunikasi secara aktif

Tidak semua anak-anak mampu mengomunikasikan hal-hal yang ia inginkan dengan baik. Mulai sekarang Bunda dapat bekerja sama dengan Ayah, dan anggota keluarga lain di rumah agar Si Kecil berlatih untuk aktif berkomunikasi. Pastikan ia dapat berkomunikasi dengan orang lain sambil menatap mata lawan bicaranya. Ingat, Bunda, anak-anak cenderung takut berkomunikasi dengan orang dewasa sehingga kebiasaan ini perlu dilatih sejak dini.

Membiasakan Si Kecil berinteraksi dengan orang lain

Cara mengatasi anak pemalu selanjutnya dapat dilakukan dengan membiasakan Si Kecil berinteraksi dengan orang lain. Kebiasaan ini akan dengan sendirinya memupuk rasa percaya diri dalam dirinya sehingga Si Kecil lebih mudah bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Hal-hal sederhana seperti membiasakan untuk mengucap salam, menjawab pertanyaan, menyapa teman yang berpapasan juga dapat meningkatkan kemampuan sosialisasinya.

Beri contoh cara bersosialisasi yang tepat

Tentu saja, untuk dapat bersosialisasi dengan baik, Si Kecil membutuhkan contoh nyata dari kedua orang tuanya. Untuk itu, Bunda dan Ayah juga harus mencontohkan apa yang harus dilakukan Si Kecil saat bertemu dengan orang. Tunjukkan bagaimana cara bertegur sapa dengan sopan, cara berbicara, dan menjaga sikap ramah terhadap orang lain. Dengan begitu, Si Kecil lebih mudah mempraktikkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Mengajak Si Kecil berkunjung ke rumah teman

Rasa canggung dan malu pada Si Kecil belum juga berkurang? Cobalah untuk meluangkan waktu di akhir pekan menemaninya berkunjung ke rumah teman, tetangga, atau kerabat yang tak jauh dari tempat tinggal Anda. Selain itu, beri tahu Si Kecil untuk mengundang teman-temannya bermain ke rumah. Cara ini terbilang efektif sebab ketika Si Kecil merasa nyaman dengan kehadiran teman-temannya maka ia pun dapat bersosialisasi dengan lebih baik lagi.

Sering membawa Si Kecil beraktivitas di luar rumah

Satu lagi cara mengatasi anak pemalu yang sulit bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Yaitu adalah dengan cara membawa Si Kecil beraktivitas di luar rumah. Beri kesempatan pada Si Kecil untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru. Salah satunya dengan mengajaknya bermain di taman kota atau biarkan Si Kecil memesan makanan yang ia inginkan pada pramusaji di suatu rumah makan. Meski terlihat sepele aktivitas ini efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak sehingga dapat bersosialisasi.

 

Apakah Bunda sudah memahami cara mengatasi anak pemalu agar mau bersosialisasi? Untuk mendukung rasa percaya diri Si Kecil, jangan biarkan Si Kecil terganggu masalah biang keringat yang menimbulkan rasa gatal saat beraktivitas. Pastikan Bunda selalu menggunakan Konicare Bedak Biang Keringat untuk Si Kecil setiap habis mandi. Diperkaya dengan kandungan Vitamin E dan minyak zaitun, Konicare Bedak Biang Keringat terbukti aman digunakan untuk Si Kecil.

 

Photo credit: pexels.com

Artikel Lainnya

Komentar Bunda

Susy

konicare bedak biang keringat emang ok

nataliasianipar

betul bgt

Ghisa_Yumna

buat KK yg udh mulai bersekolah

Lihat Komentar Lainnya

Copyright 2009 - 2017 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2017 Konimex.
All right reserved