Resep Viral Bukan Jaminan Tepat: Begini Panduan MPASI yang Sesuai Usia

Belakangan ini, tidak sedikit orang tua merasa sudah memberikan MPASI terbaik karena mengikuti resep yang viral di media sosial. Menunya terlihat menarik, tampilannya cantik, dan bayi tampak lahap. Namun beberapa bulan kemudian, berat badan Si Kecil sulit naik atau grafik pertumbuhan belum optimal. Situasi seperti ini cukup sering terjadi. MPASI yang terlihat enak dan disukai bayi belum tentu sudah memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan setelah usia 6 bulan.

Menurut World Health Organization (WHO), makanan pendamping mulai diperkenalkan mulai dari usia 6 bulan karena pada fase ini kebutuhan energi dan beberapa zat gizi penting, termasuk zat besi, mulai meningkat dan tidak lagi dapat dipenuhi sepenuhnya oleh ASI saja1. Artinya, tujuan utama MPASI bukan sekadar agar bayi mau makan, tetapi untuk melengkapi kebutuhan gizinya.

MPASI Tepat Bukan Hanya Soal Rasa
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa MPASI yang tepat perlu memenuhi prinsip tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat cara pemberian
4. Kualitas yang dimaksud adalah makanan yang mengandung gizi seimbang dan beragam, termasuk sumber protein hewani, zat besi, serta variasi bahan pangan.

Dalam panduan WHO dan UNICEF, konsumsi makanan sumber hewani seperti telur, ayam, ikan, atau daging dianjurkan sebagai bagian dari pola makan anak usia 6–23 bulan12. Sumber hewani ini berperan dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak secara menyeluruh.

Di Indonesia, masih ditemukan kebiasaan pemberian MPASI yang didominasi karbohidrat dengan porsi protein hewani yang minimal. Padahal, MPASI yang hanya mengenyangkan tanpa kandungan gizi seimbang berisiko tidak memenuhi kebutuhan nutrisi penting pada masa pertumbuhan pesat.

Frekuensi dan Porsi Sesuai Usia
Selain kualitas, frekuensi pemberian makan juga penting diperhatikan. Berdasarkan Guiding Principles for Complementary Feeding of the Breastfed Child yang dipublikasikan WHO melalui NCBI, bayi usia 6–8 bulan umumnya menerima makanan pendamping sekitar 2–3 kali per hari. Pada usia 9–24 bulan, frekuensinya meningkat menjadi sekitar 3–4 kali per hari, dengan tambahan 1–2 camilan bergizi sesuai kebutuhan energi anak3. Frekuensi ini membantu memenuhi kesenjangan kebutuhan energi yang meningkat seiring bertambahnya usia bayi. Tekstur dan jumlah makanan pun perlu disesuaikan dengan kemampuan makan serta sinyal lapar dan kenyang anak.

UNICEF juga menekankan pentingnya responsive feeding, yaitu memperhatikan respons anak saat makan2. Memberi makan terlalu sedikit karena khawatir tersedak, atau terlalu banyak karena takut berat badan kurang, sama-sama dapat memengaruhi proses adaptasi makan yang sehat.

Garam, Gula, dan Penambah Rasa yang Tidak Perlu
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa MPASI sebaiknya tidak ditambahkan gula, garam, atau penyedap rasa secara berlebihan5. Pada tahap ini, bayi sedang belajar mengenali rasa alami dari bahan makanan.

Kebiasaan menambahkan gula atau penyedap rasa sejak dini dapat membentuk preferensi rasa yang cenderung kuat dan kurang sehat di kemudian hari. Rasa alami dari sayur, buah, dan protein hewani sebenarnya sudah cukup untuk membantu bayi mengenal variasi rasa secara bertahap.

Saat Sistem Cerna Beradaptasi
Memasuki fase MPASI, sistem pencernaan bayi sedang belajar menyesuaikan diri dengan tekstur dan jenis makanan baru. Pada sebagian anak, proses ini dapat disertai rasa penuh atau kembung ringan sebagai bagian dari adaptasi alami. Tidak jarang, Si Kecil menjadi lebih rewel, terutama di malam hari ketika tubuhnya sedang berusaha menyesuaikan diri.

Di momen seperti ini, pendampingan Bunda sangat penting agar Si Kecil dapat beradaptasi dengan baik. Tidak hanya kesabaran, di tengah aktivitas harian yang padat termasuk menyiapkan MPASI tubuh Bunda juga perlu tetap fit. Saat Bunda merasa mulai pegal atau kurang nyaman, luangkan waktu sejenak untuk memberikan kenyamanan dengan kehangatan yang menenangkan bagi diri sendiri agar tetap bugar dalam mendampingi Si Kecil.

Konicare Minyak Kayu Putih hadir dengan level hangat yang pas untuk penggunaan sehari-hari. Aroma minyak kayu putih yang khas dari premium essential oil memberikan rasa nyaman yang tidak menyengat dan tetap terasa menyegarkan. Diformulasikan khusus sesuai kebutuhan keluarga, membantu menjaga tubuh tetap rileks setelah aktivitas padat.

Sementara itu, ketika badan terasa lebih pegal atau kurang fit akibat kelelahan dan masuk angin, Konicare Minyak Kayu Putih Hot dapat menjadi pilihan dengan level hangat yang lebih intens. Dengan begitu, Bunda tetap bisa fokus mendampingi Si Kecil menjalani fase adaptasi makannya dengan lebih tenang.

Menyusun MPASI yang Seimbang Sejak Awal
MPASI yang tepat tidak selalu berarti rumit atau mahal, ya Bunda. Yang terpenting adalah keseimbangan komposisi, frekuensi yang sesuai usia, serta kebiasaan makan yang dibangun sejak dini. Enak saja tidak cukup. Tubuh Si Kecil membutuhkan asupan yang benar-benar mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Dengan memahami prinsip dasar MPASI, orang tua dapat lebih percaya diri menyusun menu yang bukan hanya disukai, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi anak. Kenyamanan selama proses makan dan masa adaptasi pun menjadi bagian penting dalam perjalanan tumbuh kembangnya.

Untuk membantu memantau pertumbuhan Si Kecil, Bunda juga dapat mencoba fitur kalkulator tumbuh kembang yang tersedia di website Konicare sebagai panduan awal sebelum berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.



___

World Health Organization. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/5abca011-4db2-4cf1-b959-45b756f7b600/content
2 UNICEF. Complementary Feeding Guidance. https://www.unicef.org/media/93981/file/Complementary-Feeding-Guidance-2020.pdf
3 NCBI Bookshelf. Complementary feeding. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148957/
4 IDAI. Panduan Pemberian MPASI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
5 Kemenkes RI. Pedoman Pemberian MPASI yang Tepat.https://kemkes.go.id/id/pemberian-mpasi-harus-penuhi-4-syarat-ini




Artikel Terkait

BACK TO TOP