“Baru salah makan kali, nanti juga sembuh sendiri.”
Kalimat seperti ini mungkin pernah terlintas di benak banyak orang tua saat Si Kecil mengalami diare. Pada sebagian kasus, diare memang dapat membaik dalam beberapa hari. Namun bagaimana jika BAB cair terus berlangsung, anak mulai tampak lebih rewel, nafsu makan menurun, atau tubuh terlihat semakin lemas?
Bunda, diare yang tak kunjung membaik sebaiknya tidak dianggap sepele. Sebab, pada anak, kehilangan cairan dapat terjadi lebih cepat dibanding orang dewasa. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan, aktivitas, bahkan tumbuh kembang Si Kecil1.
Diare Anak Tidak Selalu SamaSecara medis, diare adalah kondisi ketika anak buang air besar lebih sering dengan konsistensi tinja yang lebih cair dari biasanya. Berdasarkan durasinya, diare dibagi menjadi dua kondisi utama1,2:
- Diare akut.Biasanya berlangsung kurang dari 14 hari dan paling sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur dan amuba
- Diare persisten atau berkepanjangan.Terjadi ketika diare berlangsung lebih dari 14 hari. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih karena dapat berkaitan dengan gangguan penyerapan nutrisi, infeksi yang belum membaik, intoleransi makanan tertentu, alergi atau kondisi medis lainnya.
Karena itu, durasi diare menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua.
Tanda yang Selalu Terlewat Saat Anak DiareTidak sedikit orang tua hanya fokus pada frekuensi BAB cair, padahal ada beberapa tanda lain yang juga penting diperhatikan. Beberapa kondisi berikut dapat menjadi sinyal bahwa tubuh Si Kecil mulai kekurangan cairan atau membutuhkan perhatian lebih2,3:
- anak tampak lebih lemas atau tidak seaktif biasanya
- mulut dan bibir terlihat kering
- frekuensi pipis berkurang
- mata tampak cekung
- anak sulit makan atau minum
- BAB disertai lendir atau darah
- demam yang tidak membaik
Pada anak, kehilangan cairan akibat diare dapat terjadi cukup cepat. Karena itu, Bunda perlu lebih waspada jika Si Kecil mulai tampak tidak nyaman atau berbeda dari biasanya.
Kenapa Diare Anak Tak Kunjung Sembuh?Diare pada anak tidak selalu terjadi karena “masuk angin” atau salah makan sesaat. Ada berbagai penyebab yang dapat membuat diare berlangsung lebih lama dari perkiraan1,2.
Beberapa penyebab yang umum antara lain:
- Infeksi virus atau bakteri.Masih menjadi penyebab paling sering pada anak, terutama akibat makanan atau minuman yang terkontaminasi.
- Keracunan makanan.Makanan yang tidak disimpan dengan baik atau kurang higienis dapat menyebabkan gangguan saluran cerna.
- Intoleransi makanan tertentu.Sebagian anak dapat mengalami kesulitan mencerna kandungan tertentu, misalnya laktosa pada susu.
- Kebersihan tangan dan lingkungan.Paparan kuman dari tangan yang kurang bersih atau mainan yang terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko diare2,3.
Selain itu, ada kebiasaan yang tanpa sadar justru membuat pemulihan lebih lama, misalnya langsung menghentikan makan karena takut BAB semakin sering atau membatasi cairan terlalu banyak. Padahal, tubuh anak justru membutuhkan asupan cairan dan nutrisi untuk membantu proses pemulihan2,4.
Kebutuhan Cairan dan Nutrisi Tetap PentingSaat anak diare, fokus utama bukan hanya menghentikan BAB cair, tetapi juga menjaga tubuh tetap terhidrasi. WHO dan IDAI menekankan pentingnya pemberian cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Pada beberapa kondisi, dokter dapat menyarankan oralit untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang2,4.
Selain cairan, anak juga tetap perlu makan sesuai toleransinya. Tidak perlu memaksa, tetapi hindari juga menghentikan makan terlalu lama. Bunda dapat tetap memberikan makanan yang mudah dicerna dan bergizi, sambil memastikan kebutuhan serat serta nutrisi hariannya tetap terpenuhi secara bertahap.
Saat Perut Anak Terasa Kurang NyamanDiare yang berlangsung beberapa hari sering kali membuat anak menjadi lebih rewel karena perut terasa kurang nyaman atau kembung. Pada kondisi seperti ini, menjaga Si Kecil tetap merasa tenang juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Di rumah, banyak orang tua memanfaatkan fungsi minyak kayu putih sebagai pemberi rasa hangat untuk membantu Si Kecil merasa lebih nyaman. Konicare hadir dalam 3 varian, sebagai satu-satunya minyak kayu putih dengan level hangat yang diformulasikan khusus sesuai kebutuhan anggota keluarga.
Untuk Si Kecil, Bunda dapat menggunakan Konicare Minyak Kayu Putih Plus dengan level hangat yang lembut untuk membantu memberikan rasa nyaman saat perut terasa kurang nyaman atau kembung. Aroma minyak kayu putih yang khas dari premium essential oil membantu menciptakan suasana yang lebih menenangkan, sekaligus melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk hingga 8 jam agar waktu istirahatnya selama masa pemulihan terasa lebih nyaman. Untuk level kehangatan yang medium tersedia Konicare Minyak Kayu Putih dan untuk level kehangatan ekstra tersedia Konicare Minyak Kayu Putih Hot yang cocok untuk ayah dan bunda.
Jangan Menunggu Sampai Anak Semakin Lemas
Diare pada anak memang umum terjadi, tetapi bukan artinya selalu boleh dianggap sepele, terutama jika hal tersebut berlangsung lebih lama dari biasanya. Bunda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila diare berlangsung lebih dari 14 hari, Si Kecil tampak sangat lemas, tidak mau minum, mengalami muntah terus-menerus, demam tinggi, frekuensi pipis berkurang drastis, atau muncul darah pada tinja2,3.
Mengenali tanda-tanda yang sering terlewat, memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi, serta mengetahui kapan harus mencari bantuan medis dapat membantu Si Kecil pulih dengan lebih optimal. Karena di balik BAB cair yang terlihat “biasa saja”, tubuh anak bisa saja sedang bekerja lebih keras dari yang terlihat.
Agar tidak ketinggalan berbagai informasi penting lainnya seputar kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil langsung dari Konicare VIP Experts, Bunda juga dapat bergabung dengan Konicare VIP Club, ya.
___
1 StatPearls Publishing. Diarrhea. NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448082/
2 World Health Organization. Diarrhoeal Disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
3 NHS Wales / Healthdirect Australia. Child illness: when should I worry?https://thepracticeofhealth.nhs.wales/clinics-services/self-help-care/child-illnesses-when-should-i-worry/
4 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Penanganan Diare pada Anak & Pencegahan Dehidrasi.