Bayi Rewel Terus? Kenali Tanda Overstimulasi

Seharian diajak bertemu banyak orang, bermain, dan berada di tempat yang ramai, Si Kecil malah semakin rewel saat pulang. Sudah disusui dan digendong, tetapi tangisannya belum juga mereda.

Bisa jadi, Si Kecil sedang mengalami overstimulasi karena menerima lebih banyak suara, cahaya, sentuhan, dan interaksi daripada yang mampu diprosesnya. Kondisi ini biasanya berangsur mereda setelah rangsangan dikurangi, tetapi tetap perlu dikenali agar Bunda dapat membantu Si Kecil kembali tenang1.

Apa Itu Overstimulasi pada Bayi?
Overstimulasi terjadi ketika bayi menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu yang berdekatan. Sistem sarafnya masih berkembang sehingga lingkungan ramai, suara keras, cahaya terang, banyak orang yang mengajak berinteraksi, atau aktivitas terlalu lama dapat membuatnya kewalahan1.

Setiap bayi memiliki batas toleransi yang berbeda. Ada yang tetap tenang ketika berada di tengah keramaian, tetapi ada pula yang cepat lelah setelah bepergian, bertemu orang baru, atau terlalu lama diajak bermain. Overstimulasi dapat terjadi pada berbagai usia, tetapi lebih mudah terlihat pada bulan-bulan awal ketika kemampuan bayi mengatur respons tubuhnya masih berkembang1.

Rewel Biasa atau Overstimulasi? Ini Bedanya
Menangis adalah cara bayi menyampaikan bahwa ia membutuhkan sesuatu. Si Kecil dapat rewel karena lapar, mengantuk, popok basah, suhu tubuh kurang nyaman, perut terasa tidak enak, atau ingin digendong2,4. 

Tangisan karena kebutuhan dasar biasanya mulai mereda setelah penyebabnya ditangani. Sementara itu, bayi yang mengalami overstimulasi dapat tetap sulit tenang meskipun sudah disusui, popoknya bersih, dan tubuhnya terasa nyaman. Beberapa tanda yang dapat menyertai overstimulasi antara lain:

  • menangis lebih keras atau lebih lama dari biasanya
  • memalingkan wajah dan menghindari tatapan
  • mengepalkan tangan
  • menggerakkan tangan dan kaki dengan cepat
  • menolak sentuhan atau menjadi semakin rewel saat digendong
  • tampak sangat mengantuk, tetapi sulit tidur
  • semakin gelisah ketika terus diajak bicara atau bermain.

Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti overstimulasi. Karena itu, Bunda tetap perlu memeriksa kebutuhan dasar serta kondisi kesehatan Si Kecil terlebih dahulu.

4 Cara Mencegah dan Menenangkan Bayi Overstimulasi

1. Segera kurangi rangsangan di sekitarnya
Ketika Si Kecil mulai memalingkan wajah, menguap, mengepalkan tangan, atau terlihat gelisah, hentikan aktivitas dan ajak ia ke tempat yang lebih tenang. Redupkan cahaya, kecilkan suara, dan jauhkan sementara dari keramaian. Tidak perlu terus mengajaknya bicara, menyanyi, atau menunjukkan mainan. Terlalu banyak cara menenangkan yang dilakukan bersamaan justru dapat menambah rangsangan dan membuat bayi semakin kewalahan1,4.

2. Berikan sentuhan sesuai respons Si Kecil
Bunda dapat menggendong, mengayun perlahan, mengusap punggung, atau berbicara dengan suara lembut. Namun, tetap perhatikan responsnya. Jika Si Kecil memalingkan wajah, menegangkan tubuh, atau tampak tidak nyaman saat disentuh, beri sedikit ruang sambil tetap berada di dekatnya.

Jika Si Kecil menerima sentuhan dengan baik, Bunda dapat menciptakan jeda yang lebih tenang setelah aktivitas padat menggunakan Konicare Minyak Telon Plus Lavender. Diformulasikan khusus dan aman untuk kulit bayi yang masih sensitif, produk ini menghadirkan efek calming lavender dengan wangi lembut premium dari essential oil pilihan. Formulanya juga membantu menghangatkan tubuh, mencegah perut kembung, serta melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk hingga 8 jam.

Saat Si Kecil kembali beraktivitas, Bunda juga dapat menggunakan Konicare Minyak Telon Extra Lemongrass. Aromaterapi segar dari lemongrass essential oil pilihan membantu membuat perawatan hariannya terasa lebih nyaman dan cocok menemani aktivitas Si Kecil.

3. Pastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi
Periksa apakah Si Kecil sedang lapar, popoknya basah, pakaiannya kurang nyaman, atau suhu ruangan terlalu panas maupun dingin. Bila baru selesai menyusu, bantu ia bersendawa agar udara yang terperangkap di perut tidak membuatnya semakin rewel2,3.

4. Berikan jeda di antara aktivitas
Si Kecil tidak perlu terus diajak bermain dan berinteraksi sepanjang hari. Berikan waktu tenang di antara aktivitas, batasi durasi bepergian, dan usahakan jadwal menyusu serta tidurnya tetap terjaga. Perhatikan pula kapan Si Kecil biasanya mulai rewel, misalnya setelah berada di tempat ramai, bertemu banyak orang, atau melewatkan waktu tidur. Pola tersebut dapat membantu Bunda mengenali batas toleransinya dan memberikan jeda sebelum ia benar-benar kewalahan1.

Kapan Rewel Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Tangisan akibat overstimulasi umumnya berangsur mereda setelah rangsangan dikurangi dan bayi merasa lebih nyaman. Namun, Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil terus menangis dan tidak dapat ditenangkan, tangisannya terdengar berbeda, menolak menyusu, demam, muntah berulang, jumlah popok basah berkurang jauh dari biasanya, atau tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan.

Pemeriksaan segera juga diperlukan apabila Si Kecil mengalami kesulitan bernapas, bernapas lebih cepat dari biasanya, kulit terlihat pucat atau kebiruan, maupun menunjukkan perubahan perilaku yang mengkhawatirkan. Tangisan berkepanjangan tidak selalu disebabkan oleh overstimulasi dan dapat berkaitan dengan kolik, refluks, infeksi, atau kondisi kesehatan lainnya2,4.

Ketika Bunda mulai merasa sangat lelah atau frustrasi, letakkan Si Kecil di tempat tidur yang aman dan mintalah bantuan orang terdekat. Jangan pernah mengguncang tubuh bayi karena dapat menyebabkan cedera serius2,4.

Si Kecil Juga Membutuhkan Waktu untuk Berhenti Sejenak
Bayi tidak selalu perlu terus diajak bermain atau berinteraksi. Ada kalanya Si Kecil hanya membutuhkan suasana yang lebih tenang untuk memproses berbagai hal yang baru saja dialaminya. Kenali batasnya, berikan jeda di antara aktivitas, dan tanggapi tanda-tanda awal sebelum ia semakin kewalahan. Seiring waktu, Bunda akan semakin memahami situasi yang membuat Si Kecil nyaman dan kapan ia membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Ikuti Instagram dan TikTok @bundakonicare untuk mendapatkan berbagai tips praktis seputar perawatan dan tumbuh kembang Si Kecil.

___

1 Healthline. 11 Signs of an Overstimulated Baby and How to Soothe Them.
2 American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. How to Calm a Fussy Baby: Tips for Parents & Caregivers.
3 American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Responding to Your Baby’s Cries.
4 NHS. Soothing a Crying Baby.





Artikel Terkait

BACK TO TOP