COMING SOON
Memberi Contoh yang Baik untuk Membangun Kepribadian Anak
May, 10 2017 08:25:57

Memiliki anak yang suka menolong, berjiwa pemaaf, dan santun adalah dambaan setiap orang tua. Kepribadian baik tersebut bisa Bunda ajarkan pada Si Kecil sejak usia dini. Mengajarkan anak untuk berperilaku baik memang sebaiknya dilakukan sedini mungkin karena hal ini lebih mudah. Hal tersebut dapat Bunda mulai dari diri sendiri dengan memberinya contoh yang bak. Berikut beberapa perilaku sederhana untuk menumbuhkan kepribadian anak yang baik

Mendengarkan Ketika Ia Berbicara

Mungkin Bunda pernah menjumpai seorang anak yang tidak mau mendengarkan baik-baik ketika ibunya sedang berbicara atau menasehatinya. Hal ini bisa disebabkan karena Si Kecil tidak dibiasakan sejak kecil dan ia meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Bisa jadi ketika ia bercerita atau berbicara sang orang tua tidak pernah betul-betul memperhatikannya. Nah, sebaiknya Bunda tidak melakukan hal yang sama, ya. Setiap kali Si Kecil bercerita jadilah pendengar setia yang baik dan berikan respons positif. Dengan begitu anak pun akan melakukan hal yang sama ketika Bunda menasehatinya atau orang lain bercerita kepadanya. Ini adalah wujud menghargai orang lain.

Mengajarinya untuk Saling Berbagi

Ketika Si Kecil mempunyai makanan atau mainan, mintalah ia untuk berbagi dengan temannya, tanpa temannya memintanya terlebih dahulu. Ini bisa menanamkan kepribadian anak yang baik berupa jiwa dermawan sejak kecil dan menghindarkan Si Kecil dari sifat kikir. Bunda juga harus melakukan hal yang sama misalnya memberikan oleh-oleh untuk tetangga, atau berbagi hal yang lainnya. Si Kecil yang melihat hal tersebut akan yakin bahwa yang dilakukannya benar karena ia mencontohnya dari orang tuanya.

Tidak Membentaknya

Sejengkel dan semarah apapun Bunda pada anak, sebaiknya tidak sekalipun membentaknya. Membentak dapat berpengaruh pada kepribadian anak. Semakin sering Bunda berbicara dengan nada tinggi pada Si Kecil, maka ia pun akan berbuat hal yang sama ketika sedang emosi. Pengendalian emosi adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan jika tidak terbiasa, oleh sebab itu tanamkan hal ini pada Si Kecil sejak dini. Sebaliknya, bicaralah dengan lemah lembut. Selain membuat anak suka berteriak, membentak juga bisa menyebabkan anak memiliki jiwa penakut. Akibatnya, ia pun akan kehilangan rasa percaya diri di antara teman-temannya.

Berusaha untuk Selalu Menepati Janji

Secara sengaja maupun tidak, orang tua pada umumnya mudah sekali mengumbar janji ketika membujuk anak tanpa berpikir panjang. Akibatnya, ketika anak telah melakukan apa yang dimintakan kepadanya dan ia menagih janjinya, orang tua akan berkelit ini dan itu karena tidak mampu memenuhi janji tersebut. Selain hal ini bisa menghilangkan kepercayaan Si Kecil terhadap orang tua, juga bisa menanamkan kepribadian anak yang kurang bijaksana. Jika Bunda berjanji, sebaiknya berusahalah untuk memenuhi janji tersebut. Ini adalah cara tidak langsung menanamkan kepribadian anak yang positif. Kelak ketika anak berjanji pada Bunda atau temannya, ia pun akan berusaha memenuhi janji tersebut karena ia tidak biasa untuk melanggarnya.

Keluarga adalah lingkungan utama anak mendapatkan pendidikan. Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua wajib memberikan contoh yang terbaik karena anak pastinya meniru apa yang kita lakukan. Sebaiknya, jika perilaku yang kita tunjukkan pada Si Kecil buruk, maka jangan heran jika ia pun melakukan hal yang sama sehingga hal ini akan berdampak pada kepribadian anak kelak. Selain mengajarkan perilaku positif, penting untuk mengajarinya bahwa ia juga harus menjaga tubuhnya agar tetap hangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Di cuaca yang tak menentu dengan udara yang dingin, biasakan Si Kecil untuk memakai Konicare Minyak Kayu Putih Plus untuk membuatnya tetap hangat.

 

Featured image credit: cuncon (pixabay.com)



Page
Related Post