Anak

Pentingnya Mengajarkan Sikap Tegas pada Anak

Bunda, kita semua tahu kalau orang tua tidak selalu bisa berada di sisi anak. Oleh karena itu, untuk melindungi mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan adalah dengan membuat mereka mampu menjaga dirinya, salah satunya dengan mengajarkan sikap tegas.

 

Mengajarkan anak bersikap tegas sangat penting terutama ketika mereka sudah mulai aktif bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sikap tegas yang ditanamkan sejak dini ini bisa membangun harga diri dan kepercayaan diri anak, sehingga bisa membentenginya dari pergaulan tidak baik maupun bullying atau perundungan.

 

Sikap tegas atau asertif bukan berarti agresif. Anak yang tegas memiliki kemampuan untuk membela dan mengekspresikan dirinya secara langsung, tapi tetap menghormati orang lain. Lain halnya dengan sikap agresif yang cenderung mudah mengintimidasi orang lain demi mewujudkan keinginan mereka. Mengajarkan sikap tegas juga bisa dapat membantu anak berinteraksi lebih bijak dengan berbagai kepribadian teman yang berbeda.

 

Tidak semua anak terlahir dengan sikap tegas. Namun, Bunda tetap bisa melatihnya dengan cara-cara berikut ini:

 

  1. Jelaskan perbedaan antara sikap pasif, tegas dan agresif

Tegas adalah sikap dan gaya berkomunikasi yang paling baik dibandingkan sikap pasif maupun agresif. Sikap pasif cenderung menyerahkan semuanya kepada orang lain, sehingga anak cenderung sulit membuat keputusan. Sikap agresif berusaha memaksa orang lain untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Sementara orang yang tegas tidak akan segan untuk membela ketidakadilan yang dialami orang lain maupun dirinya sendiri.

 

  1. Latih anak membuat pilihan mereka sendiri

Biarkan anak membuat pilihannya sendiri tentang apa yang harus mereka lakukan. Supaya tidak mudah diremehkan orang lain, Bunda bisa meyakinkan bahwa mereka berhak menolak permintaan apa pun yang bisa membuat mereka tidak nyaman dan jelaskan bahwa mereka berhak untuk diperlakukan secara hormat.

 

  1. Menumbuhkan harga diri

Bunda, membangun harga diri sangat penting untuk menghindari si kecil dari perilaku bullying. Akan sulit bagi mereka untuk membela diri mereka sendiri jika mereka tidak memiliki harga diri. Oleh karena itu, Bunda bisa mendengarkan apa yang mereka katakan dan mendorongnya untuk berpikir sendiri, agar mereka merasa bahwa mereka layak untuk dihargai.

 

  1. Perhatikan cara Bunda menanggapi permintaan mereka

Ketika Bunda harus mengatakan “tidak” pada permintaan anak, cobalah untuk memberikan penjelasan dari setiap penolakan yang Bunda lontarkan. Mereka perlu tahu bahwa mengajukan permintaan atau pertanyaan itu tidak salah meskipun jawabannya tidak selalu dengan kata "iya".

 

  1. Praktekkan cara menjadi orang yang tegas

Supaya lebih menyenangkan, Bunda bisa mengajak mereka bermain sandiwara tentang tata cara menjadi orang tegas. Bunda bisa berperan menjadi pengganggu dan minta anak untuk membela diri. Cara ini juga bisa membantu agar anak lebih yakin untuk menerapkan perilaku tegas di lingkungan luar seperti sekolah.

 

Yuk, Bunda, mulai latih si kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang tegas agar mengekspresikan pendapatnya meski dalam keadaan tidak nyaman. Selain melindungi si kecil dengan memiliki sikap tegas, Bunda juga bisa melindungi fisiknya dengan Konicare Minyak Kayu Putih Plus untuk memastikan tubuhnya tetap hangat, terhindar dari masuk angin dan perut kembung dan juga membantu menghindarkan mereka dari gigitan nyamuk atau serangga selama 8 jam. Sehingga si kecilpun bebas beraktivitas sepanjang hari.

 

Cara mana yang sudah mulai Bunda terapkan pada si kecil?

 

Copyright 2009 - 2022 Konimex. All right reserved
Copyright 2009 - 2022 Konimex.
All right reserved